Buku ini membahas upaya Forum Pemurnian Kedaulatan Rakyat (FPKR) dalam mengkritisi dan mendorong perbaikan pelaksanaan demokrasi di Indonesia. Fokusnya adalah pada penyimpangan kedaulatan rakyat, perlunya reformasi, serta dorongan agar prinsip-prinsip UUD 1945 dijalankan secara murni dan konsekuen.
Buku ini membahas ketidakpastian dalam transisi dari rezim otoriter ke sistem politik baru, yang bisa menjadi demokrasi atau bentuk otoritarianisme lain.
Buku ini membahas bagaimana kebebasan dan kekuasaan politik berinteraksi dalam masyarakat modern. Neumann mengkaji konsep kebebasan politik, peran hukum, serta batasan ketidakpatuhan sipil—topik yang relevan dalam teori demokrasi. Selain itu, kritiknya terhadap kekuasaan dan kediktatoran juga menunjukkan perhatian pada bagaimana demokrasi dapat menghadapi tantangan dari otoritarianisme.
Buku ini membahas dinamika politik Indonesia, mulai dari Demokrasi Parlementer, Demokrasi Pancasila, partai politik, sistem pemilu, DPR, hingga isu hak asasi manusia, kekuasaan, ideologi, dan pendekatan ilmu politik.
Buku ini membahas dinamika gerakan demokrasi di Indonesia lewat studi kasus, esai, dan analisis dari akademisi, jurnalis, serta aktivis. Fokusnya pada tantangan, pilihan strategi gerakan, serta hubungan antara masyarakat sipil, negara, dan politik pasca-Orde Baru.
Buku ini membahas perkembangan pemikiran konstitusionalisme di Indonesia, khususnya dalam kaitannya dengan demokrasi dan hak asasi manusia. Kumpulan tulisan dari tahun 1993–1998 ini merefleksikan gagasan-gagasan kritis terkait universalisme dan partikularisme dalam hak asasi manusia, serta peran konstitusi dalam menjaga keberlangsungan demokrasi di Indonesia.
Buku ini membahas demokrasi deliberatif sebagai model demokrasi dan negara hukum pasca-Suharto. Berbasis pemikiran Jurgen Habermas, buku ini menekankan pentingnya ruang komunikasi politik dalam masyarakat yang beragam secara etnis, religius, dan politis. Model ini dianggap relevan untuk reformasi politik dan hukum di Indonesia dalam menghadapi globalisasi.
Buku ini membahas sejarah dan perkembangan Taman Siswa, termasuk peran intelektual Jawa, tantangan hukum, serta kaitannya dengan nasionalisme, demokrasi, dan kepemimpinan di Indonesia.