Buku ini membahas pandangan kritis terhadap Ahmadiyah, khususnya terkait ajaran Mirza Ghulam Ahmad yang dianggap berbeda dengan ajaran Islam pada umumnya. Buku ini memuat kutipan dari kitab dan terbitan Ahmadiyah serta menyoroti perbedaan pemahaman mereka tentang Al-Qur’an dan kenabian. Penulis mengajak umat Islam untuk waspada dan menjaga kemurnian ajaran Islam sesuai hukum dan peraturan yan…
Buku ini membahas salat dari sisi batiniah dan spiritual, bukan dari aspek fiqih. Isinya menekankan bagaimana salat bisa menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah dan membentuk kepribadian ruhani, jika dilaksanakan dengan kesadaran hati, bukan sekadar gerakan fisik.
Buku ini membahas diskriminasi dan kekerasan terhadap kelompok Ahmadiyah di Indonesia, berdasarkan hasil survei dan kajian lapangan. Buku ini mengajak masyarakat untuk bersikap adil, toleran, dan menghargai keberagaman sebagai bagian dari kehidupan berbangsa.
Buku ini membahas sejarah, struktur, dan aktivitas Jamaah Islamiyah, termasuk keterlibatannya dalam aksi-aksi teror besar seperti Bom Bali dan bom di Jakarta. Ditulis oleh mantan anggota pimpinannya, buku ini memberi sudut pandang orang dalam tentang jaringan, ideologi, dan operasional kelompok tersebut.
Buku ini membahas tentang kehidupan keagamaan orang Jawa dan menjelaskan bahwa pembagian antara "santri" (yang taat) dan "abangan" (yang dianggap kurang taat) tidak selalu benar. Berdasarkan penelitian langsung, buku ini menunjukkan bahwa orang Jawa menjalani Islam dengan cara yang beragam dan mendalam, tidak hanya dari segi aturan, tapi juga dari sisi hati dan makna.
Buku ini membahas perbandingan pandangan dunia Timur, Barat, dan Islam, serta menunjukkan bahwa Islam menawarkan jalan tengah antara spiritualitas Barat (Kristen) dan materialisme Timur (ateisme/sosialisme). Penulis menekankan bahwa Islam merupakan sintesis yang seimbang antara ruh dan materi, dan menjadi jawaban atas krisis modern manusia.
Buku ini membahas cara memahami ajaran Islam, khususnya tasawuf, dengan pendekatan rasional dan ilmiah. Buku ini merupakan refleksi dari pemikiran dalam Serial Tasawuf Modern yang mencoba mengaitkan agama dengan logika, sains, dan akal sehat, agar lebih mudah dipahami oleh masyarakat modern tanpa meninggalkan nilai-nilai spiritual Islam.
Buku ini membahas hubungan antara wahyu dan akal, serta menjelaskan bahwa agama dan rasionalitas tidak bertentangan. Isinya mencakup berbagai topik seperti filsafat, sains, evolusi, kehidupan luar angkasa, hingga konsep kedatangan tokoh penyelamat dalam berbagai agama. Fokus utamanya adalah pada kemampuan Al-Qur’an menjawab persoalan masa lalu, kini, dan masa depan secara logis dan ilmiah.
Buku ini membahas dua pendekatan pembaruan hukum Islam: satu yang mendorong ijtihad bebas, dan satu lagi yang tekstual dan tradisional. An-Na'im menawarkan reformulasi hukum Islam agar relevan dengan kondisi modern, meski dinilai masih terlalu literal sehingga perlu pendekatan yang lebih kontekstual.
Buku ini membahas pemikiran Fazlur Rahman tentang neo-modernisme Islam yang menggabungkan semangat pembaruan dengan penghargaan terhadap warisan intelektual Islam klasik. Kritik utama Rahman terhadap modernisme lama adalah minimnya landasan keilmuan karena banyak digerakkan oleh kalangan awam. Oleh karena itu, diperlukan generasi intelektual yang kuat dalam tradisi Islam sekaligus terbuka terha…